Soft Skill Yang Tidak Diajarkan Sekolah Arsitektur Tetapi Harus Dimiliki Arsitek

    No Comments Uncategorized

    Soft Skill yang Tidak Diajarkan Sekolah Arsitektur tetapi Harus Dimiliki Arsitek. Menguasai software seperti AutoCAD dan SketchUp merupakan hal yang wajib dan lumrah dimiliki seorang arsitek. Selain itu, arsitek juga harus berwawasan luas sehingga mampu mengimbangi klien-kliennya. Dengan kata lain, arsitek dibentuk dan dididik untuk memiliki kemampuan-kemampuan tersebut demi kelamcaran pekerjaannya.

    Namun, dalam masa sekolah terkhusus perkuliahan ada hal-hal yang tidak diajarkan oleh sekolah kepada seorang arsitek. Yaitu soft skill. Bahkan, dalam dunia kerja pun hal ini kerap diabaikan. Tidak didorong untuk dipelajari, padahal soft skill cukup berpengaruh dalam dunia arsitek. Lalu, soft skill apa saja itu?

    Kepemimpinan

    Kepemimpinan atau leadership menjadi soft skill pertama yang tidak dipelajari oleh seorang arsitek di dunia sekolah atau dunia kerja. Namun, saat ini sudah ada kelas untuk melatih kemampuan ini. Nah, dalam prakteknya, seorang jasa arsitek harus memilki soft skill ini karena ia memiliki tugas:

    Memberikan pengarahan kepada tim untuk melakukan sesuatu

    Membuat keputusan dan mampu menjelaskan dengan baik beserta alasannya

    Mendengarkan saran orang lain, dalam hal ini anggota timnya untuk kebaikan bersama terkait proyek

    Menghadapi masalah yang muncul

    Mampu memotivasi tim atau mentoring

    Teamwork

    Soft skill kedua yang harus dimiliki oleh jasa arsitek adalah teamwork. Selain mampu menjadi pemimpin yang baik, arsitek juga harus mampu bekerja dalam tim. Harus bisa mendelegasikan pekerjaan yang ada ke timnya bukan malah mengerjakannya sendiri. Bukan hanya meringankan pekerjaan saja, tetapi ini mampu membangun keakraban dan kesolidan tim.

    Sebuah tim arsitek yang dimiliki seorang firma pasti memiliki beberapa ahli di dalamnya. Nah, di dalamnya, seorang pemimpin harus mampu me-manage-nya, mengetahui bobot setiap timnya. Sehingga adanya tim ini mampu mempercepat atau melancarkan semua pekerjaan.

    Komunikasi

    Sebuah tim jasa arsitek harus memiliki komunikasi yang baik, baik itu kepada tim yang lain maupun kepada klien. Apalagi seorang arsitek adalah komunikator untuk tim dan klien. Teknik komunikasi ini juga penting untuk arsitek agar mendapatkan proyek melalui tender yang diikutinya.

    Nah, untuk mendapatkan kemampuan ini, arsitek harus terbiasa berbicara di depan umum dan tentunya menguasai materi yang ingin disampaikan. Selain itu, kemampuan berbahasa yang baik pun harus dimiliki agar mampu menjelaskan dengan baik dengan bahasa yang mudah dipahami pula.

    Networking

    Salah satu untuk mendapatkan klien adalah melalui networking. Tanpa ini, seorang jasa arsitek akan kesulitan untuk menjalankan usahanya karena objeknya adalah untuk mendapatkan klien atau memiliki banyak kenalan. Sebenarnya, networking ini bisa dimulai sejak dari bangku sekolah. Dari banyaknya kenalan itu, siapa tahu salah satu dari mereka menjadi cikal bakal klien di masa depan.

    Selain itu, seorang jasa arsitek juga harus memiliki integritas dan kredibilitas yang baik. Di mana kedua hal ini tak akan di dapatkan di sekolah. Bahkan, ada pula yang menyebutkan performa arsitek menjadi satu di antara soft skill yang harus dimiliki agar mampu memberikan pelayanan terbaik.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *